Antara sukses dulu atau menikah dulu

Menikah dulu atau sukses dulu baru menikah.Ini adalah sebuah prinsip setiap individu yang berbeda.Ada orang yang mempunyai prinsip ataupun planning ke depan "menikah dulu baru kemudian bersama-sama menggapai kesuksesan,susah senang dan dalam keadaan apapun selalu bersama".

Ada juga orang yang lebih memilih kesuksesan terlebih dahulu baru setelah apa yang ia harapkan tercapai dan sudah merasa bahwa hidupnya nyaman baru kemudian ia akan menikah.Saya juga mempunyai prinsip seperti ini.Alasannya cukup banyak sekali,saya terlahir dan hidup di keluarga yang sederhana.Karena cukup sederhana,jadi saya jarang seperti teman-teman seusiaku yang lain waktu itu.

Melihat teman-teman yang lain pada jajan,aku cuma lihat saja dan cenderung untuk asyik bermain sendiri untuk mengelakkan rasa kepingin seperti mereka.Pernah beberapa kali minta uang jajan sama orang tua,memang dikasih si,tapi bukan dikasih uang melainkan dikasih omelan.Karena aku tidak mau setiap hari diomeli,maka aku pun tidak pernah minta dan harus cari uang jajan sendiri.


jokowi

Dulu setelah lulus SMP,aku sempat berhenti sekolah selama setahun,karena saya berfikir kalau lanjut sekolah lagi apakah orang tuaku mampu membiayainya.Saya memang orangnya tertutup termasuk dengan orang tua sendiri.Selama setahun itu aku hanya bekerja dirumah,walaupun hanya bantu-bantu orang tua di sawah,cari rumput,kayu bakar dan juga pernah jadi tukang angkat-angkat adukan semen(buruh bangunan).Apapun aku lakukan untuk mengisi hari-hariku,terkadang minder jika bertemu teman atau anak-anak SMA.


Setahun berlalu kemudian aku bilang dengan orang tuaku bahwa aku ingin melanjutkan sekolah lagi dan alkhamdulillah direstui.Selang beberapa hari,aku pergi kerumah teman lama,disitu aku minta pertolongan teman untuk mengantar ke sekolah dia di SMK N 1 Ngablak.Sekolah kejuruan pertanian yang saya pilih waktu itu.


Ketika SMA,aku juga pernah cari uang saku sendiri,iseng-iseng buat ngurangi beban orang tua.Kebetulan tetangga saya ada penjual Mi Ayam keliling,lalu saya menawarkan diri dan langsung diterima karena memang beliau sedang cari orang untuk membantu mendorong gerobaknya.


Setiap hari pulang sekolah pukul 3 sore kadang lebih setengah jam,aku langsung ganti pakaian,makan sebentar lalu berangkat keliling ndorong gerobak Mi Ayam dari kampung ke kampung.Pulang jualan terkadang pukul 11,12 kadang juga sampai pukul 2,3 pagi.Upah cuma cukup buat saku sekolah saja yaitu antara Rp.7000-15.ribu sekali jalan.

Rasa minder itu pasti ada kalau bertemu dengan teman sekolah atau kenalan anak-anak sekolah lain terutama yang perempuan.Juga pernah ditolak mentah-mentah yang katanya "ah nggak level",aku cuma diam dan kembali ngaca,biar tau diri dan jangan punya impian untuk mendekati perempuan dulu.


Dari kehidupan masa lalu itulah prinsip hidup saya tumbuh di masa sekarang.Aku hanya termotivasi untuk hidup yang lebih baik lagi,aku ingin capai dulu apa yang menjadi keinginanku terlebih dahulu.Bisa membantu orang-orang disekitarku,membahagiakan mereka,sebelum aku membahagiakan istriku kelak.


Ini hanyalah sebuah prinsip pribadi yang menjadi pedoman dalam hidup.Tidak sedikit yang bertanya padaku saat ini yang berusia hampir 24 tahun,"kapan kamu mau menikah?".Hanya senyum dan terkadang canda yang aku jawab.Sekali lagi ini hanyalah sebuah prinsip dan prinsip setiap individu pasti berbeda-beda.Monggo sharing bersama.

Tag : Tips
8 Komentar untuk "Antara sukses dulu atau menikah dulu"
Back To Top