Burung tekukur mudah terserang penyakit

Memelihara burung tekukur atau derkuku atau bahasa magelang nya "Manuk Deruk" mungkin hanya dilakukan oleh sedikit pecinta burung. Mengingat suara burung ini tidak seperti burung berkicau yang lain karena burung tekukur masih kerabat dengan burung merpati.

burung tekukur mudah terserang penyakit
Story of almarhum tekukur

Dalam pemeliharaan burung tekukur, terutamanya memelihara dari usia masih ngloloh atau dibawah umur satu bulan, ternyata burung ini sangat rentan sekali terhadap penyakit.Ini pengalaman pribadi saya yang akhir- akhir ini memelihara tekukur, punya 4 ekor tapi yang 2 sudah almarhum karena kesalahan teknis.

Memberinya makan memang tergolong sangat mudah untuk jenis burung ini, tapi merawatnya ternyata tidak sama dengan burung-burung berkicau yang pernah saya pelihara. Menurut saya, burung tekukur ini sangat sensitif sekali.

Pernah saya posting di artikel sebelumnya bahwa Burung tekukur mendem kacang hijau. Ternyata persepsi saya tentang hal itu tidak benar, ya dulu saya hanya berfikir spontan saja karena peristiwa datangnya penyakit juga spontan, yakni setelah burung kenyang makan kacang hijau tiba-tiba lemas tak berdaya hingga akhirnya lumpuh tidak bisa jalan dan juga tidak bisa terbang. Selang satu minggu akhirnya Tuhan memanggilnya.

Itu perawatan pertama saya yang gagal, dan kini sedang mencoba lagi untuk memelihara dengan tujuan penelitian. Dari kegagalan pertama saya mendapat pelajaran baru, bahwa apa yang telah saya lakukan ada yang memang tidak seharusnya dilakukan. Setelah saya baca-baca artikel dari berbagai sumber di internet yang membahas burung tekukur tersebut.

Adapun kesalahan yang saya lakukan hingga terjadinya kelumpuhan pada burung tekukur adalah sebagai berikut.

1.Membersihkan burung dengan air diwaktu malam.
Burung tekukur sangat rentan sekali terkena air di waktu malam hari, ini terjadi pada burung pertama yang saya pelihara. Saya tidak memandikannya, tapi hanya membersihkan kotoran yang menempel di bulu bagian belakang (anus) agar kondisi burung tetap bersih. Saya lakukan di malam hari karena di siang hari saya bekerja. Namun yang terjadi,keesokan harinya setelah burung sarapan, kenyang langsung lemah tak berdaya.

2.Sinar matahari yang berlebihan
Burung tekukur juga sangat rentan terhadap sinar matahari yang terlalu lama. Setiap burung peliharaan pasti dilakukan penjemuran di setiap paginya.Nah ini terjadi untuk burung kedua saya setelah yang satunya mati. Saya menjemur burung di pagi hari di hari minggu karena libur.Setiap harinya burung ada di dalam rumah, biar anget dipagi hari maka saya keluarkan untuk berjemur. Fatalnya saya terlupa untuk meneduhkannya,sudah lewat 1 jam dari jam 9, tentu di jam 10 itu panas matahari sudah agak menyengat. Betapa kagednya setelah saya teduhkan burung sudah sesak nafas dan langsung lumpuh terkulai, sama seperti burung pertama yang akhirnya mati.

Dari peristiwa-peristiwa yang tidak saya harapkan diatas,memang saya mendapatkan pengalaman baru, soalnya jika tidak ada kegagalan karena percobaan maka saya tidak akan mencari penyebab kegagalan tersebut. Lebih baik belajarlah dulu sebelum praktik, jangan menganggap bahwa teori itu tidak penting, karena tanpa adanya teori sedikitpun, praktek tidak akan berjalan mulus.

Seperti halnya kita belajar nyetir mobil, tanpa kita baca gerak-gerik dari orang yang bisa nyetir maka kita tidak akan cepat bisa,hanya butuh waktu dan pilihan antara pelan tapi pasti dan  tergesa-gesa tapi menjatuhkan korban.

Tag : Dunia Burung
0 Komentar untuk "Burung tekukur mudah terserang penyakit"
Back To Top