5 Mitos Tanda Kematian

3 Mitos Tanda Kematian- Masyarakat Jawa sangat lekat dengan mitos. Mitos merupakan kepercayaan mengenai kehidupan yang diyakini masyarakat secara turun-temurun. Biasanya, mitos disampaikan para orang tua kepada anak-cucunya. Mitos tersebut bisa berupa larangan/pantangan maupun hal-hal yang bisa terjadi akibat dari kejadian lain.
5 Mitos Tanda Kematian

Meski sulit diterima akal sehat maupun dikaji secara ilmiah, banyak masyarakat Jawa yang meyakininya, khususnya masyarakat di daerah pedesaan. Salah satu yang berkembang adalah mitos yang berhubungan dengan kematian. Berikut mitos-mitos tersebut.

1. Kejatuhan cicak/cecak
Orang yang kejatuhan cecak akan tertimpa musibah, salah satunya dengan kehilangan anggota keluarga. Selain itu, kejatuhan cecak juga bisa pertanda kesialan dan hilangnya rezeki. Konon, untuk mematahkan mitos ini adalah dengan menangkap cecak tersebut kemudian menyobek mulutnya.

2. Suara burung suwek mori
Masyarakat Jawa percaya bahwa burung yang bernama latin Tyto Alba ini merupakan perlambang kematian. Jika terdengar suara burung ini di suatu tempat, artinya akan ada orang meninggal di daerah tersebut. Waktu munculnya suara burung suwek mori juga menentukan usia orang yang akan meninggal.

Jika suara terdengar sore hari menjelang magrib, maka yang meninggal adalah remaja. Jika terdengar malam hari, maka yang meninggal orang dewasa. Jika terdengar larut malam, maka yang meninggal adalah orang yang tinggi ilmunya, baik ilmu putih maupun hitam. Jika terdengar sepertiga malam terakhir, orang tua lanjut usia yang akan meninggal. Anak-anak atau balita akan meninggal jika suara burung suwek mori terdengar saat dini hari.

3. Meninggal di hari Sabtu
Orang yang meninggal di hari Sabtu konon tidak mau pergi sendirian. Jadi, orang itu akan mengajak teman. Masyarakat Jawa meyakini bahwa akan ada kematian beruntun di daerah mereka jika ada orang meninggal di hari Sabtu. Di beberapa tempat, mitos ini terjadi bila seseorang meninggal di hari Selasa. Namun, yang paling terkenal adalah di hari Sabtu.

4. Suara kucing meraung
Suara kucing meraung atau mengeong terus menerus dan berisik seperti kucing mau kawin yang berkeliaran di sekitar rumah orang yang akan meninggal.Jika kucing mau kawin atau sedang dalam ritual perkawinannya biasanya sepasang, namun pertanda akan adanya orang meninggal hanya satu ekor saja dan jika diusir akan kembali datang melakukan hal yang sama.Saya pernah mengamati peristiwa ini dan secara kebetulan memang dipagi harinya orang yang rummahnya dikelilingi kucing tadi meninggal dunia.

5. Suara burung  gagak
Burung gagak ini identik dengan burung sahabatnya hantu,seperti yang sering kita lihat di televisi jika ada film horor luar negri biasanya. Kehadiran burung gagak disebuah tempat yang populasi gagaknya sudah tidak ada di daerah tersebut kadang dianggap sebagai pertanda buruk,entah bencana alam maupun kematian.

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos-mitos tersebut, kita bisa menghargainya sebagai produk budaya. Indonesia terkenal dengan kebudayaan yang beragam. Jika tidak dilestarikan, tentu lama-lama akan punah. Bukan untuk dilestarikan akan kepercayaannya,tapi sebagai pembelajaran bahwa mitos-mitos itu pernah ada di masa lampau.

Penulis: @Ratna Shun Yzc
Tag : Budaya, Catatan
19 Komentar untuk "5 Mitos Tanda Kematian"
Back To Top