Burung Cikrakperi Kaisar

Burung Cikrakperi Kaisar atau Emperor Fairywren yang juga dikenal dengan Imperial wren (Malurus cyanocephalus) ini merupakan spesies burung pengicau dari keluarga Maluridae dalam genus Malurus.Burung ini memiliki ukuran tubuh sekitar 13 cm. Burung jantan diselimuti bulu berwarna bitu dan hitam ;sedangkan burung betina berkepala biru dengan tubuh bagian bawah putih, dan punggungnnya coklat-kemerahan.

Burung betina mirip Cikrak-peri topi-biru, bedanya berukuran lebih besar dan tidak memiliki warna putih pada bagian sayap dan tenggorokan. Secara umum, burung betina jenis-jenis Cikrak-peri lainnya memiliki warna putih di tenggorokan yang membedakan dengan burung betina Cikrak-peri kaisar.
Burung Cikrakperi Kaisar atau Emperor Fairywren yang juga dikenal dengan Imperial wren (Malurus cyanocephalus) ini merupakan spesies burung pengicau dari keluarga Maluridae dalam genus Malurus
http://www.birdtourasia.com/
Suara burung ini mirip dengan suara serangga. Dua kicauan yang khas yaitu bernada parau, pendek, bernada sedang seperti kicauan anis. Mirip kicauan Anis hitam. Kemudian diselingi dengan nada mendesis yang cepat, mirip ocehan Cikrak-peri bahu-putih.Silahkan dengarkan suara kicaunya dibawah ini.
Spesies burung ini terdiri dari 3 sub-spesies dengan daerah persebaran yang berbeda yaitu:
  1. Malurus cyanocephalus cyanocephalus (Quoy & Gaimard, 1830): Daerah kepala burung (Vogelkop) ke timur sampai teluk Cendrawasih dan dataran rendah pulau Papua bagian utara (ke timur sampai muara sungai Ramu).
  2. Malurus cyanocephalus mysorensis (A. B. Meyer, 1874): P. Biak, di teluk Cendrawasih.
  3. Malurus cyanocephalus bonapartii (G. R. Gray, 1859): Kep. Aru, dan dataran rendah pulau Papua bagian selatan dari teluk Cendrawasih ke timur sampai timur Port Moresby.
Hidup dalam kelompok-kelompok kecil penetap. Memburu mangsa di daerah perdu pada belukar di tepi hutan atau pada kebun-kebun yang ditinggalkan sampai ketinggian 1000 m. Sering mengangkat ekornya sambil membuka seperti kebiasaan burung Sikatan.
Back To Top